Halaman

Mengenai Saya

Foto saya
Tangerang, Banten, Indonesia
Ada pepatah dari negeri seberang kali cisadane yang bilang SUKSES itu berawal dari cita-cita. CITA-CITA itu berawal dari usaha. USAHA itu berawal dari mimpi, sedangkan MIMPI itu berawal dari TIDUR. Jadi kesimpulannya, kalo kita mau SUKSES, kita haruskuduwajib TIDUR dulu. oke ini sesat abis ._. by the way, enjoy my blog yaa :* *cipok berlendir*

Jumat, 28 Februari 2014

If I could choose one of them

Pernah gak sih kalian ngerasa diri kalian itu gak pantes? Gak mampu. Gak akan bisa. Banyak orang lain yang lebih pantes. Mereka lebih berhak untuk mengambil kesempatan ini dibanding diri kalian. Kenapa sih? 'cause I'm nothing and I won't be anything if I still like this. Selalu ada suara bisikan bisikan itu di kepala. Suara kecil yang terdengar pelan tetapi menusuk hati. Benar. Kata-kata itu gak salah. Itu adalah fakta yang tidak boleh diingkari.

Tapi hati selalu berkata lain. Hati kecil ini berkata kalau kita bisa! Kita mampu! Tidak ada yang mustahil! Just never give up, and you'll be the winner. Semua orang punya kesempatan yang sama kok. Gak ada yang boleh ngebeda-bedain atas dasar sesuatu yang tidak mereka ketahui.

Lalu otak berkata lagi. Gak. gak bisa. Kamu gak bisa jadi pemenang. Kamu hanya bisa berkhayal. You only dream it every single night, but you never do it. Tapi gak papa kok. Itu gak salah. Mimpi itu gak pernah salah. Kamu tidak salah karena kamu bermimpi. Setiap orang pasti punya mimpi masing-masing. Jadi teruskanlah mimpimu. Tapi melakukan sesuatu untuk mimpimu, pasti kamu akan berfikir duakali.

Tiba tiba hati berkata lembut. Mereka berkata seperti itu. Biarlah pendapat mereka itu terus mengalir dari mulut ke mulut. Yang tahu dirimu hanyalah kamu. Yang tahu kamu telah berusaha adalah kamu sendiri! Tidak ada seorangpun yang berhak menilai. Kalau kamu sadar kamu kurang berusaha, belum terlambat untuk memulai dari awal. Gapailah semuanya perlahan-lahan. Tidak ada kata terlambat untuk memulai.

So? What will you trust? Apakah bisikan otak, atau kata hati?


 

Sabtu, 04 Mei 2013

Gaun Hitam

Malam itu hujan turun dengan derasnya. Malam yang seharusnya menjadi malam paling menyenangkan untuk seorang gadis kecil.

"Kak, lama banget sih? Mama dan papa benar akan datang malam ini kaaan? Kita benar-benar akan membeli gaun untuk ulangtahunku kan?"
Seorang gadis kecil yang akan genap berusia 6 tahun, merengek sambil menarik-narik ujung celana kakaknya yang sedang duduk di kursi orang dewasa. Kakaknya yang berusia 10 tahun itu terus memperhatikan telepon yang ada di depannya. Menunggu telepon dari orang yang tidak akan pernah kembali lagi.

"Sabar dong Sella! Jangan cengeng! Mama dan papa tuh lagi diperjalanan dari bandara. Lagian, kalau Mama dan Papa sudah sampai, aku tidak akan membiarkanmu merengek minta dibelikan gaun! Malam sudah larut. Papa dan Mama pasti sudah capek. Tidak mungkin kita bisa membeli gaun itu malam ini. Lagian tidak ada toko yang masih buka jam 10 malam."

"Tapi kan pesta ulangtahunku besok!" Sella kembali menangis. Rio menatap adiknya itu dengan sebal.

"Diam sella! Diaam!" Ujarnya. Tapi sia-sia. Adik kecilnya itu terus menangis dan berteriak. Malam yang dingin itu diiringi oleh suara petir dan tangisan Sella yang memekakan telinga. Perasaan Rio menjadi tidak enak. Rio menatap ke bawah lantai. Sella masih menangis terduduk dilantai sambil mengucek-ngucek matanya. Ia lalu melirik jam dinding. 22.30. 'Mamaa, Papaa, cepatlah pulang untuk Rio dan Sella.....' Ucap Rio dalam hati.

***

Sella mengucak matanya. Ada secercah sinar yang menyilaukan matanya. Ia berusaha bangun dan melirik sekitar. 'Ini kan kamarku?' ucapnya dalam hati. 'Hah? Sudah pagi? Berarti ini hari ulangtahunku!' Sella tersenyum lebar. Ia melirik bantal yang ada di sebelahnya. Sepertinya kemarin malam kakaknya tidur di kamarnya.

"Berarti, Mama dan Papa sudah pulaang! Asyiiikkk!" Teriak Sella ceria. Ia meloncat dari tempat tidurnya, mengenakan sendal kelincinya dan berlari keluar kamar. "Mamaaa Papaaaa" Sella berteriak riang.

Tiba-tiba langkahnya terhenti. Perasaan tak enak itu tiba tiba menusuk hati gadis mungil itu. Tepat di depan ruang tamu, ia melihat kakaknya yang sedang menangis. Ia belum pernah melihat Rio menangis sebelumnya. Karna Rio adalah sosok kakak yang tangguh di mata Sella. Disebelah Rio ada Paman Adi, tetangga sebelah rumah yang sedang memeluk Rio. Dan beberapa polisi yang tampak menyeramkan.

"Kakak"

Semua mata langsung tertuju ke arah suara polos itu. Sella. "Kenapa, kakak?" Sella berjalan pelan mendekati kakaknya yang terduduk di lantai. Lalu memegangi pipi kakaknya itu. "Kakak kan tidak pernah nangis. Kenapa kakak menangis?" Sella tersenyum polos. Senyuman malaikat kecil yang sangat indah. Semua orang yang ada di ruangan itu hanya menatap Sella dengan sedih.

"Kakak jangan cengeng. Nanti siang akan ada banyak balon! Mama dan Papa sudah mempersiapkan semuanya untukku!" Ucap Sella riang. Rio menggenggam tangan adiknya. Ia tersenyum senang, walau air matanya terus mengalir. Rio berdiri dan memeluk adik tersayangnya.

"Selamat ulang tahun Sella..."

Orang-orang dewasa yang ada disitu hanya bisa terdiam sambil menatap Kakak-beradik yang sedang berpelukan itu. Betapa beratnya untuk mengatakan hal yang sebenarnya kepada Sella yang masih kecil. Tentang kedua orangtuanya yang telah tiada karena mengalami kecelakaan tadi malam. Di malam yang sangat dingin dan jalanan dipenuhi oleh kabut dan suara petir. Sekarang Rio tahu kenapa Mama dan Papa lama sekali pulangnya. Rio terus menangis dalam diam sambil mempererat pelukannya. Ia tidak tega kalau Sella akan mendengar kabar menyakitkan itu di hari spesialnya ini. Sella bingung akan tingkah kakaknya.

"Sella..." Paman Adi memanggil sella dengan lembut. Rio melepaskan pelukannya. Mereka berdua menatap wajah Paman Adi yang sembab. Paman Adi berlutut di depan Sella dan menyodorkan sebuat kotak pink yang lucu.

Sella menatap kotak itu dengan bingung. Perlahan ia membukanya dan menarik keluar isinya. Sebuah gaun hitam yang cantik sekali. Dengan pita merah yang membuatnya lucu. Wajah Sella berbinar melihatnya. Rio kaget melihat itu. Mengapa warna hitam?

"Terimakasih pamaaaan. Sella suka sekali. Tapi Sebenearnya Sella lebih suka warna pink." Sella memeluk Paman Adi yang sudah dianggapnya seperti keluarga sendiri. "Bukan." Ucap Paman Adi menahan tangis. "Bukan dari paman, sayang." Sella melepaskan pelukannya dan menatap paman bingung.
"Ini dari Papa dan Mama Sella. Bagus kan? Sella suka kan?" Pman Adi menghela napas sebentar. Air matanya sudah keluar. Sella semakin bingung. Ia menatap orang-orang disekitarnya. Semuanya mengeluarkan air mata. Mengapa?

"Kata Mama dan Papa, selamat ulangtahun Sella yang cantik. Sella suka kan gaunnya? Sella pasti cantik banget pakai gaun ini. Mama dan Papa pengen banget beliin gaun warna pink. Tapi warna pink-nya habis. Warna hitam juga bagus kan? Sella suka kan?" Paman Adi membacakan surat yang ada di kartu ucapan dalam kotak.

"Mama dan Papa mana?!" Tiba tiba Sella berteriak histeris. Gaunnya jatuh ke lantai. "Kenapa Mama dan Papa tidak ada?!" Orang-orang itu hanya menunduk. Tak mampu berkata-kata. Mata Sella berair. Ia pun menangis kecncang.

"Mama dan Papa tidak jadi pulannng? Kenapaaaa? Kenapa Mama dan Papa bohong pada Selaa?" Sella mengangis histeris. Rio dan Paman Adi memeluk Sella. Mereka bertiga menangis dalam satu pelukan.

"Mama dan Papa gak akan kesini, Sell........ Selamanya." Ucap Rio sedih.

Hari itu Sella benar-benar mengenakan gaun hitamnya. Di hari ulangtahunnya, sekaligus hari pemakaman orangtuanya.

Rabu, 01 Mei 2013

Welcome in FREEDOM Island! B-)

Pepatah pernah bilang "Ada udang di balik bakwan"

Artinya?

Kita harus berusaha dan kerja keras dulu sebelum mendapatkan sesuatu yang enak dan menyenangkan. Gak ada hubungannya yah? Masa sih?

oke deh jayus dikit sekali sekali gapapa dong.

Yang tadi dibilang sama si pepatah emang bener banget. Buktinya sekarang aja. Gue udah bebas ngapaiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin aja. Gue bisa melakukan semuaa hal yang gak bisa gue lakuin di hari-hari sekolah. Yap. 3 Bulan kedepan gue gak akan temenan sama yang namanya tugas, pr, ulangan, guru galak, dan lain lain :b

Ada untungnya juga ye pemerintah majuin tanggal ujian. Liburnya jadi panjang banget tjoooyyyy! Yah walaupun itu tadi. Untuk mencapai liburan tiada henti ini, kami para siswa kelas sembilan harus berjuang dengan semangat kepahlawanan dulu. Tryout seminggu 2 hari, abis itu belajar dan belajar. Belum lagi ada kelas intensif UN di bimbel. Belajar lagi. Mendekati UN pun sekolah bikin Tryout harian. Belum lagi masalah-masalah yang dihadapi pas UN tahun ini. 

Iya, karna gosip yang beredar di tuiter, kita jadi pada takut ljk-nya robek lah, soalnya ngaco lah, pengawasnya galak lah, kuncinya salah lah. 20 paket tjoy. Mana bisa ngarepin kunci kalau satu kelas soalnya beda semua. Yah tapi ada untungnya juga sih 20 paket. Jadi kalaupun gue tergoda sekalipun untuk nyontek, gue gak bisa. Karna gak ada yg soalnya sama kayak gue '-' Dan terbukti gue murni huehuehueehehehehe

udahlah. Lupai soal UN. Kita serahin aja hasilnya pada kehendak Tuhan. Gue yakin Dia udah nyediain rencana terindah buat kita. Optimis ajaa!!!!!! hyaaaaaaaaaaak.

Balik ke libur. Anjir gile demu tu tu tu tuhaaaaaaaaaa....................... n. Liburannya panjang banget. Awalnya sih seneng banget. Hal pertama yang gue lakuin pas libur adalah nontonin ftv sampe mata merah sambil tidur guling gulingan. Terus nontonin dvd bajakan yang kakak gue pinjem. Semuanya dvd conan. Emang gue lagi jatuh cinta sama detektif unyu ini <3<3 sampe sampe gue begadang sampe mata merah nontonin dvd. sehari bisa 3 dvd conan non stop! 

Terus browsing. Sebagai anak berpendidikan yang cerdas dan mempunyai otak yang sangat gemilang dan cemerlang, gue memanfaatkan internet dengan sebaik-baiknya. Contohnya untuk Baca Komik Naruto Via Online. *gak mau ngeluarin duit buat beli komik*
Tapi naruto seru bangeeeeett gilaaaaa!!!! Episodenya udah jauh banget sama komik yg terbit. Sekarang sasuke udah balik ke pihak konoha karena merasa kalau madara menang di perang dunia ninja ini, perjuangan kakaknya, itachi akan sia-sia. Okesip, yang gak ngerti tutup kuping aja.

Tapi bukan cuma baca komik kok. Gue juga baca komik CONAN via online yang pake bahasa inggris. Sekali lagi, BAHASA INGGRIS. Anjir keren gak tuh gue? :b jangan salah. belajar bahasa inggris dengan cara yang kita sukai justru lebih efektif. Kalo lu pada suka baca komik, mending baca komik yg bahasa inggris via online. Supaya libur gak sia sia aja sih. Walaupun gue juga masih minta bantuan om gugel-translate :pp
Gue tergila gila banget sama Kudou Sinichi, detective from east!!! <3<3 kenapa sih tokoh kartun itu justru lebih keren dari kebanyakan orang yang nyata? Ada gak ya orang yang bener bener pinter dan keren kayak sinichi? Gue jadi tergila gila juga sama jepang. Belakangan gue manggil kakak gue dengan sebutan "Na-neechan" Na diambil dari nama dia, Donna. Sedangkan neechan itu artinya kakak :p orang jepang suka manggil cewek yg lebih tua dengan akhiran -neechan. Misalnya aja conan yg manggil Ran dengan sebutan "Ran-neechan"

btw Keren banget yah orang orang yang bisa bikin cerita kayak conan dan naruto :) Suatu saat nanti gue juga mau bikin cerita yang gak kalah seru dari Masashi kisimoto! :p liat aja nantiiii.

Intinya, di liburan panjang ini gue punya banyak target. Target utamanya gak berubah kok dari tahun ke tahun :") iyaa.......... ngurusin badan....... :') GANBATTE aja deh yaa!!!
terus gue juga pengen blog ini jadi terurus selama liburan, banyak lagi deh. gue pengen belajar masak, udah gitu gue pengen nonton film conan sebanyak banyaknya. gue pengen baca novel sepuasnya. gue pengen................ banyak banget skejul gue yg gue rencanain hohoho :3

Btw kasian yah adik adik kelas 7 dan 8 :3 disaat kita udah enak enakan, mereka bakal ngadepin ujian akhir semester. wkwk. sabar yah dik :'3 :p

Minggu, 13 Januari 2013

I have a dream

Kayaknya kali ini gue mau serius dulu :) Gue akan menjadi waras dulu di postingan kali ini :) 

Pernah gak sih lo mikir mau ngerubah hidup lo menjadi lebih lebih daqn lebih baik lagi? Lo punya banyak harapan, dan semuanya itu harapan yang tentunya bagus dan gak mudah didapatkan. Mimpi sih boleh tapi jangan sampe lupa diri. Iya, kita mimpi itu emang bagus. Kalau kita gak punya mimpi dan harapan, mau jadi manusia kayak apa kita kedepannya? Hidup ini akan terasa sangat sangat hampa kalau kita gak punya suatu target untuk masa depan kita. Tapi jangan sekedar mimpi. Kita juga harus berusaha untuk mewujudkan mimpi itu. Dan berdoa tentunya :) Kalau kita udah berusaha keras, dan berusaha terus tapi Tuhan gak ngijinin, apa hasilnya? Dream, believe, and make it happen. 

Gue juga punya mimpi :D Gue pengen jadi dokter bial bica cembuh cembuhin temen temen yang cakit. Okeh ngelawak jayus. Mungkin profesi dokter bagi banyak orang adalah profesi yang udah gak WOW lagi. Secara kuliahnya aja susah, ribet, mahal, lama banget, udah gitu kudu ngambil spesialis lagi kalo mau punya duit banyak. Emangnya kita hidup di dunia ini cuman buat ngampus? Itu sih gue bodo amat yak. Yang jelas itu mimpi gue sekarang. Liat dong negara negara di luar sana. Mereka punya banyak tenaga medis yang ahli. Di korea aja banyak dokter operasi plastik di pinggir jalan. Apa salahnya kalau Indonesia juga punya banyak tenaga ahli medis? Yang tentunya BERKUALITAS. Kita ini penerus bangsa. Indonesia di masa depan itu ada pada mimpi mimpi kita. Dan perlahan-lahan gimana caranya agar mimpi mimpi kita itu bisa kita wujudkan!

Hidup ini butuh proses. Gue emang bukan siapa-siapa saat ini. Tapi kita gak tau besok gimana kan? Siapa tahu 15 tahun kedepan gue udah jadi presiden, mungkin? Atau gue udah jadi seorang model tersohor atau mungkin penyanyi terkenal. eak. Jadi kalo gue punya mimpi, gak salah kan? Jangan pernah nganggep remeh seseorang. Kita gak tau besok dia bakal jadi apa. Mungkin hari ini dia berjalan di belakang lo. Tapi tanpa lo sadari perlahan dia akan terus melangkah sejajar dengan lo dan akhirnya mendahului lo.

Balik ke mimpi. Gue jadi inget pas jaman SD. Waktu gue reat-reat. Kebetulan banget tema reat reat angkatan gue pas itu "I Have a Dream". Kita diajari untuk bermimpi. Untuk menemukan apa yang sebenarnya menjadi harapan kita. Tapi gak hanya itu. Bangaimanakah cara kita untuk mewujudkan itu semua? Dan gue inget banget pas kepala sekolah gue yang lagi bawa acara sesi, dia sempet nanya "Kalian mau milih yang mana? Garis lurus atau lingkaran?" Gue gak ngerti apa maksud garis lurus sama lingkaran itu. Akhirnya beliau menjelaskan. Lingkaran itu artinya suatu kehidupan dimana kita menjalaninya dan akhirnya kembali ke titik yang sama. Ngerti gak?
Jadi kita akan terjebak di dalam lingkaran kehidupan yang itu itu saja. Tanpa harapan, tanpa mimpi, tanpa tujuan. Nah kalau garis lurus ini artinya kita akan terus maju dan maju. Kita gak ajan kembali ke titik awal yang sama. Kita punya tujuan. Dan kita sedang berusaha untuk mewujudkannya. Dan saat itu juga gue memilih linear, atau garis lurus.

Gue emang gak pernah tahu gue akan menjadi apa nantinya. Yang pasti kalaupun gak jadi dokter gue lebih memilih jadi orang sukses ketimbang disuruh jadi ibu rumah tangga :) Emansipasi, cuy! Sekarang ini gue dalam masa-masa menuju ujian nasional. Mungkin mimpi gue yang paling utama saat ini adalah dapet nem tinggi. Gue akan ngebuktiin ke semua orang kalau gue juga bisa dapet nem tinggi tanpa bocoran apapun. Gue bisa lulus dengan nilai memuaskan. Amin :)) Gue emang masih sering males. Perlahan tapi pasti gue mau ngerubah sifat itu.

That's all my dreams. Thanks for read.

Jumat, 28 Desember 2012

Dia ada di depan lo.

"Sya, hari ini gajadi?" Anre meraih tangan Nesya saat gadis itu berjalan pelan di koridor.
"Emang kita mau ngapain?" tanyanya tanpa ekspresi.
"Buset dah lu udah lupa aja. Baru juga tadi pagi diomongin. Kelompok kita kan mau nge-shoot scene pertama di komplek perumahan lo sore ini."
"Oh, iya ya."
"Aduuuhhh pikun amat sih lo. Yaudah cepet pulang terus siapin segala sesuatu yang kita perluin yah." Ucap Anre lembut seperti biasanya.
"Iya..."
***

"Si Nesya kenapa sih hari ini, Bob?" Cella mengunyah snack kering di toples.
"Gatau. Emang ada yang salah dengan Nesya?" Bobby nyengir kuda.
"Emang kalian gak ngerasa ada yang berubah? Nesya tuh udah jarang ngumpul-ngumpul lagi sama kita di rumah Anre. Udah gitu kalian merhatiin gak sih? Cara ngomongnya beda gitu. Nesya jadi lesu kayak gak punya semangat hidup gituu." Cella mengompori.
"Gue ngerasa banget, La!" Seru Anre tegas.
"Noh kan!" Cella menjentikan jari bersemangat.
"Alaaa, Nesya mah udah biasa kali gitu. Lu semua aja yang parnoan! Haha" Bobby ngawur.
"Tadi siang abis pulang les gue ketemu Nesya. Dia kayak lagi jalan bengong gitu. Sumpah tatapannya kosong, kayak lagi sedih. Gue jadi mikir mungkin dia gak enak badan dan mungkin rencana kita sore ini dibatalkan. Pas gue nyamperin Nesya dan nanya tentang jadi apa enggak nanti sore, ternyata dia lupa sore ini kita mau ngapain." Anre menjelaskan.
"Wah gaberes tuh anak! Ck." Cella mengguman sendiri.
"Yaelaaaaah. Kalian kayak gatau Nesya aja. Dia kan emang yang paling sok cool diantara kita Hahaha. Udahlah cabut sekarang yuk!" Bobby meraih kunci motornya lalu melangkah keluar, diikuti Anre dan Cella.

***

Anre, Cella, dan Bobby sampai di rumah Nesya tepat pukul lima sore. Mereka bertiga disambut Bik Inah yang membukakan pintu dan mempersilahkan mereka masuk.
"Bik, Nesya mana?" tanya Cella.
"Non Nesya sedang dikamarnya, non. Dari kemarin beliau lesu dan selalu mengurung diri di dalam kamar. Sudah tiga hari ini ia tidak makan sama sekali, minum susu pun tidak mau."
"Apa?!" Bobby bertanya kaget. Begitu juga dengan Anre dan Cella yang menunjukan ekspresi sama. Kaget dan khawatir. "Kayaknya syuting buat tugas bahasa harus ditunda deh." Cella berkata kepada dirinya sendiri. Lebih baik untuk saat ini mengurusi Nesya yang tidak mau makan.
"Bibik udah usaha den, non, supaya non Nesya mau makan."
Bobby melipat tangannya di dada dan mengentak hentakan kaki kanannya di lantai. Ia tampak sangat khawatir, bercampur kesal dan bingung. Bobby-lah pembawa suasana ceria di gank mereka ini. Tapi ia akan berubah menjadi sangat serius kalau ada apa-apa dengan Nesya.
"Bik, mana makanan buat Nesya? Biar saya yang nyuapin. Mungkin dia mau." Cella berkata dengan nada khawatir. Bik Inah meninggalkan mereka sebentar dan kembali dengan nampan berisi makanan lengkap.
***
 
"Syaa, ini gue, Cella." Tok...Tok...Tok... "Syaaa" 
Tidak terdengar jawaban apapun. Cella berusaha memutar kenop pintu kamar Nesya. Ternyata tidak terkunci. Ia menatap Anre dan Bobby yang berdiri dibelakangnya, lalu mereka pun mulai memasuki kamar Nesya.
"Nesya..............." 
Cella duduk di sisi King Bed Nesya. Nesya tertidur membelakangi Cella. Anre menngguncang lembut tubuh mungil Nesya yang tampak lemah itu. "Nesya bangun dong." Suara Anre yang selalu menenangkan hati pun terdengar. Nesya mengucak matanya pelan lalu duduk dengan susah payah. Bobby dengan sigap membantu Nesya duduk.
"Te..Temen temen. Kalian ngapain?" Setengah sadar Nesya bertanya bingung. Matanya sembab seperti habis menangis semalaman.

"Syaa! Baru tadi pagi kita ketemu dan lo fine fine aja. Kenapa sore ini lo udah kayak gini?" Bobby bertanya dengan nada setengah membentak. Ia sangat khawatir dengan keadaan Nesya. "Lo gak makan tiga hari? Lo pikir lo bisa apa tanpa makan?" Nada suara Bobby semakin meninggi. Nesya memalingkan wajahnya dari tatapan Bobby. Ia ingin mengusir semua orang yang memasuki kamarnya tapi ia tidak bisa. Mereka bertiga adalah sahabat baiknya.

"Bob, sabar.." Cella mengelus tangan Bobby. Lalu menatap Nesya lembut.
"Sya, makan yah.." Dengan senyum manisnya, Cella menyodorkan sesuap nasi ke mulut Nesya. Nesya menggeleng pelan. Air matanya mulai keluar.
"Sya, lo kenapa sih? Lo aneh.." Anre semakin khawatir. Ia duduk di sisi ranjang Nesya dan mengelap air mata yang jatuh di pipi Nesya. "Plis jangan bikin kita bingung. Kalo lo ada masalah, cerita aja. Kita semua sahabat lo, kan?" Lanjut Anre.
"Maaf temen-temen..." Nesya menunduk. Ia tak dapat menahan air matanya.
"Sya. Gak bisa gini. Ceritain semuanya sya! Lo gak boleh nyimpen semua kesedihan itu sendirian. Kita ini bukan siapa-siapa! Kita ini sahabat lo! Kita care sama lo!" Cella berseru khawatir. Nesya menggelengkan kepalanya. Bobby yang berdiri sendiri menatap Nesya penuh arti.

"Oke. Mungkin emang bukan ini saatnya lo cerita. Tapi plis. Makan yaa..." Cella memaksakan tersenyum. Anre mengelus lembut rambut Nesya yang indah. Nesya terdiam. Ia benar-benar tidak ingin makan saat ini.
"Cell..." Cella menengok kearah Bobby. "Biar gue yang nyuapin Nesya, ya.." Kata Bobby yakin. Cella menatap kearah Nesya dan Anre. Nesya menundukan kepalanya, sedangkan Anre mengangguk tanda setuju. Cella berdiri dan memberikan nampan itu ke tangan Bobby. Sekarang gantian Bobby yang duduk di hadapan Nesya. Bobby menatap Nesya penuh arti. Nesya berusaha menghindar dari tatapan Bobby yang menekannya itu.
"Sorry, temen temen. Boleh gak gue cuma berdua aja sama Nesya disini?" Bobby berkata penuh arti, sedangkan tatapannya tidak terlepas dari wajah Nesya yang gugup. Anre dan Cella saling tatap bingung. Mereka tau, Nesya emang cuma paling deket sama Bobby. Tapi sepertinya ada sesuatu yang tidak beres. Anre bangkit dari tempat tidur.
"Oke." Serunya mantap, dan menarik lembut tangan Cella keluar. Cella berusaha protes, tapi Anre segera menaruh jari telunjuknya di bibir Cella. Cella jadi salah tingkah. Mereka berdua pun berjalan keluar kamar, lalu menutup pintu.

***

"Apa apaan sih, Nre? Lo biarin mereka berdua di kamar? Itu artinya lo membuat Nesya semakin menutup diri sama kita berdua! Dia cuma mau cerita sama Bobby!" Cella protes setelah berada diluar kamar.
"SSSSTTT. jangan ribut dong Cell. Kita percaya aja sama Bobby. Lagian lo gak kasihan ngeliat keadaan Nesya tadi? Dia tertekan kalau kita rame-rame di dalem."
"Terus? Kita gak dianggep sebagai sahabat sama Nesya?"
"Nggak gitu Cella." Anre yang selalu bersikap paling dewasa menenangkan Cella. Ia memegang kedua lengan Cella lembut. "Kita biarin aja Nesya ngeluarin segala kesedihannya ke Bobby dulu kalau emang itu yang terbaik buat Nesya. Gue yakin pada akhirnya Nesya juga bakal nyeritain semuanya. Tapi bukan saat ini yang tepat." Anre tersenyum lembut menatap Cella. Lama mereka terhanyut dalam diam. Cella kemudian menepis tangan Anre dari lengannya dan memalingkan wajahnya dari senyuman maut itu. Ia tidak akan bisa menutupi perasaannya kepada Anre kalau Anre terus-terusan begini.
"Oke, kalo gitu kita bisa nguping dari sini kan?" Sesaat kemudian Cella tersenyum nakal dan menempelkan kupingnya di daun pintu. Anre hanya menggelengkan kepala dan menghela napas, membiarkan Cella melakukan apa yang ia mau sebelum cewek itu ngamuk lagi.

***

Bukan suasana nyaman yang ada di dalam kamar. Bobby dan Nesya semakin terlarut dalam keheningan yang menusuk.
"Gue gamau tau sya. Lo harus makan." Bobby menatap Nesya tajam lalu menyodorkan sesuap nasi. Nesya pun memakan suapan itu, sebelum Bobby mengamuk. Bobby terus menyuapi Nesya sampai akhirnya habis sudah nasi di piring itu. Mereka berdua masih terlarut dalam suasana tegang saat Nesya menghabiskan susunya. 

Mereka berdua sama-sama tahu apa yang menjadi masalah Nesya saat ini. Ya, Bobby tahu semua itu. Hanya Bobby yang tahu masalah Nesya ini diantara mereka bertiga. Ia tahu persis Nesya sakit hati akan kedatangan Marcell seminggu yang lalu. Marcell adalah mantan Nesya sewaktu kelas sepuluh. Suatu hubungan yang menurut Bobby tidak bermakna sama sekali. Nesya sangat mencintai Marcell, tetapi apa? Marcell bersikap seolah Nesya tak ada. Dan dengan cepat mereka putus. Yang lebih membuat Bobby marah, dulu Marcell yang nembak Nesya, tetapi Marcell juga yang mutusin Nesya. Sudah jelas dimata Bobby Marcell hanya mempermainkan Nesya. Tapi Nesya? Ia tidak bisa move on dari Marcell dan terus menunggu Marcell. Semester dua kelas sepuluh Marcell pindah ke Bandung. Selama setahun ini Nesya berusaha melupakan Marcell dibantu oleh Bobby, Anre, dan Cella. Ia hampir berhasil, sampai pada saat kelas dua belas ini, Marcell kembali datang ke Jakarta dan ia bersekolah di sekolah yang sama seperti dulu. Dan yang lebih menyakitkan buat Nesya, baru seminggu di Jakarta, Marcell udah jadian dengan anak kelas sebelas, Cherly si kapten cheers. Marcell bertingkah seolah ia tidak pernah mengenal Nesya. Semua itu sangat menyakitkan buat Nesya......

"Bob..." Pandangan Nesya menerawang. "Pernah gak sih lo ngerasain hidup ini hampa?" Nesya mulai curhat. Bobby hanya memalingkan wajah dengan sejuta perasaan pahit di hatinya.
"Lo hidup di dunia, lo gak punya siapa-siapa. Lo pulang kerumah, tapi disana gak ada sosok orangtua yang menghangatkan lo!" Air mata Nesya mengalir deras. "Lo suka sama cowok, tapi cowok itu gakpernah nganggep lo ada! GAKPERNAH!!"
Bobby ikut meneteskan sebuah air mata tipis. Tentu saja ia sakit melihat Nesya seperti ini.
"Hampir dua tahun lo berusaha ngelupain dia! Hampir tiap malem lo nangis karena dia! Tapi apa? Dia balik kesini, Dia balik hanya untuk nyakitin lo untuk kesekian kalinya lagi, Bob. Pernah gak lo ngerasain itu?!" Nesya nyaris berteriak. Anre dan Cella bisa mendengar semua itu secara jelas dari luar kamar. Bobby memeluk tubuh Nesya yang dingin. Berharap bisa membagi kehangatan kedalam tubuh itu.

"Sebenernya buat apa sih Bob, gue hidup? Bokap gue gak peduli sama gue, nyokap gue apalagi. MARCEL JUGA GAK PERNAH PEDULI SAMA GUEEE..." Tangisan Nesya semakin terdengar jelas. Bobby melepaskan pelukannya dan menyentuh kedua pipi Nesya dengan penuh emosi.

"LO GAK SENDIRI SYA! Lo punya kita bertiga! Gue, Anre, Cella selalu ada buat lo! Kapan pun lo butuh, lo bisa dateng ke kita!" Bobby membentak Nesya, membuat Nesya semakin menangis.
"Dan lu BODOH, sya! Lu bodoh karena selama ini nangisin cowok yang gak pernah peduli sama lo! Yang gak pernah nganggep elo itu ada untuk dia!" Bobby mengambil nafas sejenak, lalu kembali menatap Nesya tajam. "Air mata lo terlalu berharga buat lo keluarin sebanyak itu hanya untuk MARCELL!" Bobby tidak dapat menahan emosinya. Semua unek-uneknya akan ia keluarkan hari ini. Bobby melepaskan tangannya dari pipi Nesya, dan memalingkan wajahnya dari wajah yang menatapnya penuh air mata itu.

"Asal lo tau, sya....." Suara Bobby berubah lembut. "Lo udah punya seseorang yang lebih daripada Marcell..." Nesya memalingkan wajahnya dar Bobby. Ia tak mau mendengar lanjutannya.
"LIAT GUE SYA!" Bobby berseru. Nesya menatap Bobby dengan air mata yang tak pernah berhenti mengalir di pipinya.

"Ada orang yang SELALU ada buat lo. Yang MENCINTAI lo lebih tulus dibandingkan siapapun. Yang selalu nemenin kesedihan lo. Yang selalu care sama lo. Dia lebih pantas memiliki lo, sya.." Suara Bobby semakin melembut. Nesya menggelengkan kepalanya pelan sambil terus menangis dalam diam.  
"Dan orang itu ada di depan mata lo, sya............."

You just know my NAME not ME so, DONT JUDGE ME !!

You just know my NAME not ME so, DONT JUDGE ME !!

Mii~Chan :D

Mii~Chan :D
created by :: ME :))