Halaman

Mengenai Saya

Foto saya
Tangerang, Banten, Indonesia
Ada pepatah dari negeri seberang kali cisadane yang bilang SUKSES itu berawal dari cita-cita. CITA-CITA itu berawal dari usaha. USAHA itu berawal dari mimpi, sedangkan MIMPI itu berawal dari TIDUR. Jadi kesimpulannya, kalo kita mau SUKSES, kita haruskuduwajib TIDUR dulu. oke ini sesat abis ._. by the way, enjoy my blog yaa :* *cipok berlendir*

Sabtu, 04 Mei 2013

Gaun Hitam

Malam itu hujan turun dengan derasnya. Malam yang seharusnya menjadi malam paling menyenangkan untuk seorang gadis kecil.

"Kak, lama banget sih? Mama dan papa benar akan datang malam ini kaaan? Kita benar-benar akan membeli gaun untuk ulangtahunku kan?"
Seorang gadis kecil yang akan genap berusia 6 tahun, merengek sambil menarik-narik ujung celana kakaknya yang sedang duduk di kursi orang dewasa. Kakaknya yang berusia 10 tahun itu terus memperhatikan telepon yang ada di depannya. Menunggu telepon dari orang yang tidak akan pernah kembali lagi.

"Sabar dong Sella! Jangan cengeng! Mama dan papa tuh lagi diperjalanan dari bandara. Lagian, kalau Mama dan Papa sudah sampai, aku tidak akan membiarkanmu merengek minta dibelikan gaun! Malam sudah larut. Papa dan Mama pasti sudah capek. Tidak mungkin kita bisa membeli gaun itu malam ini. Lagian tidak ada toko yang masih buka jam 10 malam."

"Tapi kan pesta ulangtahunku besok!" Sella kembali menangis. Rio menatap adiknya itu dengan sebal.

"Diam sella! Diaam!" Ujarnya. Tapi sia-sia. Adik kecilnya itu terus menangis dan berteriak. Malam yang dingin itu diiringi oleh suara petir dan tangisan Sella yang memekakan telinga. Perasaan Rio menjadi tidak enak. Rio menatap ke bawah lantai. Sella masih menangis terduduk dilantai sambil mengucek-ngucek matanya. Ia lalu melirik jam dinding. 22.30. 'Mamaa, Papaa, cepatlah pulang untuk Rio dan Sella.....' Ucap Rio dalam hati.

***

Sella mengucak matanya. Ada secercah sinar yang menyilaukan matanya. Ia berusaha bangun dan melirik sekitar. 'Ini kan kamarku?' ucapnya dalam hati. 'Hah? Sudah pagi? Berarti ini hari ulangtahunku!' Sella tersenyum lebar. Ia melirik bantal yang ada di sebelahnya. Sepertinya kemarin malam kakaknya tidur di kamarnya.

"Berarti, Mama dan Papa sudah pulaang! Asyiiikkk!" Teriak Sella ceria. Ia meloncat dari tempat tidurnya, mengenakan sendal kelincinya dan berlari keluar kamar. "Mamaaa Papaaaa" Sella berteriak riang.

Tiba-tiba langkahnya terhenti. Perasaan tak enak itu tiba tiba menusuk hati gadis mungil itu. Tepat di depan ruang tamu, ia melihat kakaknya yang sedang menangis. Ia belum pernah melihat Rio menangis sebelumnya. Karna Rio adalah sosok kakak yang tangguh di mata Sella. Disebelah Rio ada Paman Adi, tetangga sebelah rumah yang sedang memeluk Rio. Dan beberapa polisi yang tampak menyeramkan.

"Kakak"

Semua mata langsung tertuju ke arah suara polos itu. Sella. "Kenapa, kakak?" Sella berjalan pelan mendekati kakaknya yang terduduk di lantai. Lalu memegangi pipi kakaknya itu. "Kakak kan tidak pernah nangis. Kenapa kakak menangis?" Sella tersenyum polos. Senyuman malaikat kecil yang sangat indah. Semua orang yang ada di ruangan itu hanya menatap Sella dengan sedih.

"Kakak jangan cengeng. Nanti siang akan ada banyak balon! Mama dan Papa sudah mempersiapkan semuanya untukku!" Ucap Sella riang. Rio menggenggam tangan adiknya. Ia tersenyum senang, walau air matanya terus mengalir. Rio berdiri dan memeluk adik tersayangnya.

"Selamat ulang tahun Sella..."

Orang-orang dewasa yang ada disitu hanya bisa terdiam sambil menatap Kakak-beradik yang sedang berpelukan itu. Betapa beratnya untuk mengatakan hal yang sebenarnya kepada Sella yang masih kecil. Tentang kedua orangtuanya yang telah tiada karena mengalami kecelakaan tadi malam. Di malam yang sangat dingin dan jalanan dipenuhi oleh kabut dan suara petir. Sekarang Rio tahu kenapa Mama dan Papa lama sekali pulangnya. Rio terus menangis dalam diam sambil mempererat pelukannya. Ia tidak tega kalau Sella akan mendengar kabar menyakitkan itu di hari spesialnya ini. Sella bingung akan tingkah kakaknya.

"Sella..." Paman Adi memanggil sella dengan lembut. Rio melepaskan pelukannya. Mereka berdua menatap wajah Paman Adi yang sembab. Paman Adi berlutut di depan Sella dan menyodorkan sebuat kotak pink yang lucu.

Sella menatap kotak itu dengan bingung. Perlahan ia membukanya dan menarik keluar isinya. Sebuah gaun hitam yang cantik sekali. Dengan pita merah yang membuatnya lucu. Wajah Sella berbinar melihatnya. Rio kaget melihat itu. Mengapa warna hitam?

"Terimakasih pamaaaan. Sella suka sekali. Tapi Sebenearnya Sella lebih suka warna pink." Sella memeluk Paman Adi yang sudah dianggapnya seperti keluarga sendiri. "Bukan." Ucap Paman Adi menahan tangis. "Bukan dari paman, sayang." Sella melepaskan pelukannya dan menatap paman bingung.
"Ini dari Papa dan Mama Sella. Bagus kan? Sella suka kan?" Pman Adi menghela napas sebentar. Air matanya sudah keluar. Sella semakin bingung. Ia menatap orang-orang disekitarnya. Semuanya mengeluarkan air mata. Mengapa?

"Kata Mama dan Papa, selamat ulangtahun Sella yang cantik. Sella suka kan gaunnya? Sella pasti cantik banget pakai gaun ini. Mama dan Papa pengen banget beliin gaun warna pink. Tapi warna pink-nya habis. Warna hitam juga bagus kan? Sella suka kan?" Paman Adi membacakan surat yang ada di kartu ucapan dalam kotak.

"Mama dan Papa mana?!" Tiba tiba Sella berteriak histeris. Gaunnya jatuh ke lantai. "Kenapa Mama dan Papa tidak ada?!" Orang-orang itu hanya menunduk. Tak mampu berkata-kata. Mata Sella berair. Ia pun menangis kecncang.

"Mama dan Papa tidak jadi pulannng? Kenapaaaa? Kenapa Mama dan Papa bohong pada Selaa?" Sella mengangis histeris. Rio dan Paman Adi memeluk Sella. Mereka bertiga menangis dalam satu pelukan.

"Mama dan Papa gak akan kesini, Sell........ Selamanya." Ucap Rio sedih.

Hari itu Sella benar-benar mengenakan gaun hitamnya. Di hari ulangtahunnya, sekaligus hari pemakaman orangtuanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

You just know my NAME not ME so, DONT JUDGE ME !!

You just know my NAME not ME so, DONT JUDGE ME !!

Mii~Chan :D

Mii~Chan :D
created by :: ME :))